Tahukah Kamu, Bahwa Seorang Seniman Korsel Pernah Diculik ke Korut?

Wafatnya artis Choi Eun-Hee pada usia dia yang menginjak 92 tahun memunculkan sebuah pertanyaan apakah dia satu-satunya artis Korea Selatan yang pernah diculik oleh Korea Utara? Choi Eun-Hee ini dijuluki sebagai ‘ratu’ dari film Korea pada era 1950-an sampai 1970-an, ia diculik bersama dengan mantan suaminya yang bernama Shin Sang-Ok ia merupakan seorang sutradara, mereka diculik oleh Korea Utara pada tahun 1970-an. Pemimpin dari Korea Utara pada saat itu adalah Kim Jong-Il ia adalah ayah dari Kim Jong-Un sangat mengharapkan bahwa mereka ini bisa menaikan pamor pasar film yang ada di Korea Utara hingga ke panggung internasional. Choi Eun-Hee dan juga  Shin Sang-Ok yang kemudian menikah kembali di Korea Utara setelah itu mereka berhasil melarikan diri dengan cara mencari suaka di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Wina, Australia pada saat film yang mereka jalani dipromosikan. Tapi siapa saja sih orang-orang yang terkemuka yang diculik oleh Korea Utara pada saat perang Korea yang ada pada tahun 1950?

Jeong Soon-Cheol, Pengubah Lagu “Graduation”

‘Saya memberikan setangkai bunga untuk saudara perempuan yang saya miliki dan yang lulus diploma yang sangat cemerlang,” begitulah cuplikan yang ada pada lagu Graduation Song, yang sangat populer di Korea Selatan maupun pada Korea Utara.

Penggubahnya, itu bernama Jeong Soon-Cheol, yang lahir di Okcheon sekitar 150 km dari Seoul yang menaruhkan minat pada pendidikan anak dan juga telah menerbitkan majalah ‘Eorini’ atau juga majalah Anak pada tahun 1923 serta ia juga telah mempopulerkan mpo slot terpercaya beberapa lagu anak. Pada tahun 1946, setahun setelah pasukan Sekutu telah membebaskan Semenanjung Korea dari penjajahan pendudukan Jepang, Jeong ini telah mengubah Graduation Song, yang sangat menyentuh hati para rakyat Korea karena pada saat itu Korea ini tidak ada lagu wisuda perguruan tinggi yang berBahasa Korea.

Jeong Soon-Cheol ini kemudian diculik oleh tentara dari Korea Utara yang mundur pada tahun 1950 dan sejak saat itu keberadaan dari Jeong Soon-Cheol ini tidak pernah diketahui bahkan ia tidak bisa dipastikan apakah dia masih hidup atau sudah meninggal.

Lee Gil-Yeong, Wartawan yang Pada Saat Itu Menghapus Bendera Jepang

Lee Gil-Yong adalah seorang wartawan olahraga di Donga Ilbo pada masa pendudukan Jepang di Korea zaman dahulu. Dia ini menjadi sangat terkenal karena ia telah menghapus bendera Jepang ketika Son Gi-Jeong meraih medali emas pada maraton yang ada di Olimpiade Berlin pada tahun 1936.

Pada masa itu, Son Gi-Jeong ini sebagai rakyat Korea secara resmi bertanding di bawah delegasi Jepang jadi ia warga Korea tetapi harus mengenakan bendera dari negara Jepang dan juga memakai lagu kebangsaan Jepang pula yang yang akan diperdengarkan saat dia menerima medali emas, Itulah sebabnya Son Gi-Jeong ini menundukkan kepala dalam upacara penerimaan medali. Lee Gil-Yong yang bersama Lee Sang-Beom yang merupakan seorang seniman yang juga merangkap sebagai seorang wartawan seni menghapus bendera Jepang dari bagian dada kaos yang digunakan oleh Son Gi-Jeong. Tindakan yang a lakukan itu menyebabkan Lee Gil-Yong ditangkap oleh polisi Jepang dan juga ia disiksa berat selain dipaksa untuk pensiun dari dunia jurnalistik yang ia jalankan.

Ketika pada saat Perang di Korea pecah, Lee ditangkap oleh tentara Korea Utara dengan dugaan kalau ia ini berpartisipasi dalam kegiatan politik dan juga menentang gerakan administrasi PBB yang berada di wilayah tertentu yang ada di dunia. Dia kemudian mulai diinterogasi dan juga ia dibawa ke Korea Utara. Hingga saat itu, nasib dari Lee Gil-jeong ini tidak diketahui.

Jong Ji-Yeong, Seorang Penyiar Puisi ‘Nostalgia’

Jeong Ji-Yong ini sangat dicintai oleh rakyat Korea karena puisinya yang ia buat yaitu Nostalgia yang berawal dengan: ‘Ke ujung Timur dari lapangan yang luas’. Dia ini sangat dipuja sebagai seorang penyair yang pada saat itu telah mengembangkan puisi yang modern di Korea dengan bahasa-bahasa yang sangat liris. Setahun setelah masuk sekolah menengah Seoul Whimoon pada tahun 1918, dia mulai memimpin sebuah gerakan protes pada masa kemerdekaan dan juga kemudian menjadi seorang guru Bahasa Inggris yang ada di sekolah itu.

Ketika Perang yang ada di Korea ini marak, dia masuk penjara yang ada di Seodaemun di Seoul dan belakangan ada kabar kalau ia ini diculik ke Korea Utara. Teori yang sudah beredar menyatakan bahwa ia telah tewas karena bom yang meledak pada saat penculikan. Namun juga ada beberapa pihak yang yakin dia secara sukarela menyeberang ke Korea Utara karena ia dipercaya telah bergabung dengan organisasi beraliran politik kiri, Chosun Writers Association.

Pianis Piano, Baek Geon-Woo dan juga Seorang Aktris Yoon Jeong-Hee

Pasangan suami istri dari Korea Selatan, seorang pianis yang bernama Baek Geon-Woo dan juga seorang aktris Yoon Jeong-Hee, telah berhasil lolos dalam upaya penculikan. Awal bulan Juli 1977, Baek Geon-Woo ini diundang untuk sebuah resital piano oleh seorang jutawan yang berasal dari Swiss, Michael Pavlovich. Keduanya, bersama dengan putri mereka yang pada saat itu masih berusia lima bulan, meninggalkan Korea. Namun ketika ia tiba di Swiss, ada seorang pria yang menyambut mereka yang menyatakan bahwa resital piano ini akan digelar di rumah ayah Pavlovich yang berada di Yugoslavia yang merupakan negara komunis dan juga memberikan mereka sebuah tiket pesawat terbang. Ketika ia melihat maskapai dari penerbangan Korea Utara, Choson Minhang, yang berada di ibu kota Yugoslavia saat itu, Zagreb, keduanya langsung curiga mereka akan dibawa ke tempat yang lain.

Alamat yang disebut sebagai tempat resital piano yang berada di kawasan pinggiran dan ada seorang pria yang menanti mereka adalah orang Asia.

Baek Geon-Woo merasa bahwa pria itu adalah warga Korea Utara dan ia langsung memanggil taksi untuk ia menuju ke Kedutaan Besar Amerika Serikat yang ada di sana.

Ketiganya ini telah berhasil melarikan diri ke Paris, 22 jam setelah mereka ini berlindung di Kedubes Amerika Serikat dan penyelidikan untuk membuktikan bahwa jutawan yang berasal dari Swiss tersebut sebenarnya tidak ada. Sejak peristiwa itu Baek Geon-Woo ini mengalami trauma dan juga dilaporkan bahwa ia selalu minta perlindungan oleh Kedutaan Besar Korea Selatan setiap kali dia ingin berkunjung ke negara yang memiliki Kedutaan Besar Korea Utara.

Dari kebanyakan kejadian penculikan yang akan dibawa ke Korea Utara sudah pasti akan meninggalkan rasa trauma baik itu yang bisa lolos dari penculikan itu atau bahkan orang yang berhasil diculik pasti akan mengalami trauma yang berat. Sudah diketahui bahwa pemerintahan yang ada di Korea Utara ini sangatlah kejam dan juga sangat seram, yang tidak segan segan melakukan bagai cara untuk melakukan kegiatan tersebut baik itu menghakimi warga nya hingga berapa turunan pun akan Korea Utara lakukan.

 

Tags: , ,