Kerasnya Hidup Wanita yang Lahir di Korea Utara

Jika kita berbicara tentang Korea Utara, yang pastinya akan terlintas di benak kita pastilah sebuah sistem kepemimpinan dari Korea Utara yang terkenal sangat ketat. Dari pemimpin gaya unik Kim Jong Un, apa-apa yang dilanggar nantinya bisa berakhir dengan sebuah hukuman yang serius. Semua hal biasa di negara negara kita, tentunya bisa saja dilarang di sana, salah sedikit nyawa yang bisa menjadi taruhan.

Ya, kehidupan di negara Korea Utara memang sangat tertutup dan juga sangat misterius. Kita tentunya hanya sedikit sekali tahu tentang informasi yang ada di balik benteng yang dibangun oleh negara tersebut. Lalu bagaimanakah dengan berbagai potret dari kehidupan mereka, terlebih bagi para perempuannya? Sistem yang dibangun ini membuat mereka khususnya yang hidup dalam sebuah benteng tersebut sangat sulit untuk kita kulik informasinya.

Kerasnya Hidup Wanita yang Lahir di Korea Utara

Namun ternyata, sistem ini juga berdampak pada sebuah kehidupan dan tata cara dari perilaku wanita-wanita yang ada disana. Nah yang perlu kalian tahu adalah, terlahir sebagai perempuan cantik di sana bisa saja menjadi sebuah petaka. Tak hanya itu saja, ternyata ada beberapa fakta lain lagi dari perjuangan para perempuan yang ada di Korut.

Tidak adanya kebebasan beragama dan perbedaan pendapat di sana dapat dibungkam dengan menggunakan cara-cara bermain di agen sbobet terpercaya yang jahat. Korea Utara yang mengisolasi diri dari dunia bagi sebagian orang mungkin menjadi sebuah neraka yang nyata di Bumi.

Tak Bisa Bergaya Dengan Fesyen Sesuka Hati

Berbeda dari beberapa perempuan cantik Korea yang saat ini wira-wiri di layar kaca, gaya fesyen para perempuan dari Korea Utara ternyata cukup berbanding terbalik dengan hal itu semua. Pastinya memakai sebuah celana jeans bagi perempuan adalah sebuah pemandangan yang pastinya akan ditemukan di mana-mana. Namun, bagi para perempuan Korea Utara hal tersebut bisa dikatakan menjadi sebuah momen yang sangat langka. Memang benar mereka juga memperhatikan kecantikan mereka, tetapi lebih kepada pakaian tradisional mereka seperti Hanbook.

Gaya Rambut dan Penyiar Radio

Bahkan, seorang penyiar berita yang ada di Korea Utara memakai pakaian yang dipadu dengan high heels saat siaran. Gaya rambut yang diperbolehkan di negara ini juga hanya 18 cm saja, jika melanggar maka dapat membuat seseorang berurusan dengan hukum. Membayangkannya mungkin hal tersebut terdengar sedikit aneh, karena di negara lain, setiap wanita berhak menggunakan gaya rambut seperti apa saja.

Terlahir Sebagai Perempuan Cantik Adalah Petaka

Siapa yang tidak ingin terlahir cantik? Setiap wanita tentunya mereka ingin dianggap menarik oleh orang sekelilingnya. Tapi, saat mengetahui kehidupan kelam dari gadis Korea Utara, mungkin anda akan bersyukur dengan kondisi anda sekarang. Faktanya, di negara Kim Jong Un ini, setiap wanita yang nantinya terlahir berparas cantik (terlebih masih perawan) mereka akan dipilih menjadi anggota Pleasure Squad. Squad ini akan menjadi budak pemuas nafsu dari para anggota partai Korea Utara disana.

Pleasure Squad Kim Jong Un, anehnya para budak ini akan merasa jika profesi mereka tersebut merupakan sebuah profesi yang terhormat dan mereka adalah sosok yang cukup beruntung. Mengapa begitu? Tradisi disana yang sudah ada turun temurun. Jika nantinya terpilih menjadi Pleasure Squad maka akan menjamin hidup pihak keluarga si gadis. Bahkan nantinya mereka akan mendapat kehidupan yang layak, gaji menjadi Pleasure Squad juga jumlahnya terbilang sangat besar, serta mereka akan masuk ke dalam golongan perempuan yang dipilih untuk menjadi pendamping presiden nanti.

Perempuan Tetap Wajib Militer

Kalau anda jadi salah satu penggemar idol Korea, pastinya sudah sangat akrab dengan istilah Wamil (Wajib Militer) ini. Nah, di Korea Utara, ternyata wajib militer juga berlaku untuk para perempuan, durasinya juga bahkan berkali lipat lebih lama jika dibandingkan dengan lelaki yang ada di Korea Selatan. Wanita Korut biasanya saat berusia 18-25 menjalani wajib militer kurang lebih selama 7 tahun. Dalam kondisi tersebut mereka juga terkadang mendapat sebuah perlakuan tak layak serta kekerasan seksual pada saat melakukan wajib militer. Tempat tinggal yang mereka huni juga bau, dengan fasilitas air kotor, kebutuhan mencuci yang juga serba kurang.

Sebagian dari mereka juga mengaku setelah berada di ranah tersebut ada yang juga tidak mengalami menstruasi karena mengalami perasaan kelelahan, malnutrisi dan juga stress. Selebihnya, para perempuan lainya berusaha membeletot dan kabur dengan alasan tidak tahan. Bahkan tercatat dari Anggota pembelot militer Korea Utara yaitu sekitar 70%. Tentunya siapa yang akan tahan jika kondisinya seperti di atas ?

Syarat Menjadi Pekerja Sesuai Aturan Kim Jong Un

Di negara lain, pengangguran ada yang mendapatkan tunjangan hidup, tapi jangan tanya tentang kehidupan pekerja perempuan Korea Utara. Menganggur di Indonesia mungkin akan lebih baik daripada harus bekerja dengan berbagai syarat yang aneh. Kehidupan para perempuan yang ingin bekerja di Korea Utara diatur oleh pemerintah.

Kim Jong Un memberikan beberapa syarat, misalnya saja untuk perempuan yang mau bekerja sebelum menikah maka mereka wajib memiliki rambut yang pendek, mereka pun juga harus siap bekerja dalam waktu yang sangat lama (minimal sekitar 8 jam sehari) dan siap untuk diupah dengan menggunakan gaji kecil.

Bagi profesi tertentu seperti halnya polwan juga harus cantik, tinggi, dan belum menikah, dan berusia lebih dari 16 tahun, mereka juga harus berhenti menjabat pada saat mereka sudah berusia 26 tahun. Sedangkan menjadi seorang guru mereka haruslah memiliki kemampuan memainkan alat musik akordeon. Beda jauh tentunya dengan syarat dari pekerja yang ada di Indonesia.
Perempuan Yang Melarikan Diri

Melarikan diri dari negaranya bukan merupakan hal yang aneh di Korea Utara, tak terkecuali bagi para perempuannya. Mereka yang memang ingin melepaskan diri dari jeratan dan juga dari peraturan Kim Jong Un akan mencari kebebasan di luar dengan cara pergi sejauh mungkin dari negara tersebut. Seorang perempuan bernama Mitsuko (setelah tinggal di Jepang) mengakui jika ia pada saat itu melarikan diri dari Korea Utara karena dirinya tak tahan dengan kehidupan di sana.

Karena hal tersebut, keluarganya-lah yang kemudian harus menanggung beban perbuatannya itu. Adik iparnya pun kemudian ditangkap, disiksa, lalu kemudian dibunuh di penjara. Sedangkan keluarga lainnya mereka harus rela kehilangan pekerjaannya sebagai pegawai di sebuah rumah sakit. Bayang-bayang dari kekejaman pemerintah Korea Utara tentunya masih terus menghantui walaupun dirinya yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Potret kehidupan disana yang terisolasi memang membuat mereka tidak bisa bebas untuk berekspresi. Semua tata kehidupan mereka sudah ada peraturannya

Demikian itulah beberapa potret dari kerasnya kehidupan yang ada di Korea Utara. Mungkin hal-hal tersebut juga bisa menjadi salah satu cara kita bersyukur karna lahir dan besar di Indonesia.

 

Tags: , ,